
Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja di SMKN Jawa Tengah kampus Semarang di Jalan Brotojoyo No 1, Kota Semarang, Rabu (30/8/2023). – Pengamat poltiik menilai keputusan Ganjar menjadi pihak oposisi untuk mempertegas kalau PDIP akan berada di luar pemerintahan, sempat singgung Jokowi.
TRIBUNNEWS.COM – Direktur Eksekutif Trias Politika, Agung Baskoro menilai, keputusan Ganjar Pranowo menjadi pihak oposisi pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka itu untuk mempertegas kalau PDIP akan berada di luar pemerintahan.
Hal tersebut juga bisa dilihat dari gugatan yang diajukan oleh PDIP, yakni gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) hingga di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) soal Pilpres 2024.
“Karena realitas politik-hukum sebelumnya sudah mengemuka mulai proses PTUN yang masih dikawal PDIP soal Pilpres dan kemudian terkait belum bertemunya Prabowo – Mega,” kata Agung saat dihubungi, Rabu (7/5/2024), dikutip dari Wartakotalive.com.
“Apalagi aspirasi publik juga menginginkan perlu ada kekuatan partai di luar pemerintahan agar check and balances tetap terjaga,” sambungnya.
Saat ditanya soal alasan tak bergabungnya kubu PDIP ke Prabowo-Gibran karena “gengsi”, Agung menilai, nantinya kubu mereka hanya akan menjadi pelengkap saja.
Sebab, sudah banyak partai yang berkoalisi bersama Prabowo-Gibran.
Bahkan, Agung juga menyinggung mengenai posisi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berada di kubu Prabowo-Gibran.
“Plus ada faktor Presiden Jokowi di sisi Prabowo-Gibran yang dominan,” kata Agung.
PDIP Sebut Keputusan Ganjar Jadi Oposisi Cerminkan Sikap PDIP
Mengenai keputusan Ganjar tersebut, Sekretaris PDIP, Hasto Kristiyanto, merasa bangga hingga memujinya sebagai suatu sikap yang baik.
Sebab, Ganjar yang lebih memilih berada di oposisi itu dianggap mencerminkan sikap dari PDIP sendiri.
“Ya tentu saja (mencerminkan sikap partai), karena ini merupakan sikap kenegarawanan, sikap yang sangat baik,” kata Hasto di Posko Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Senin (6/5/2024).
Ditegaskan Hasto, Pemilu tak akan pernah melunturkan sikap partai pengusung Ganjar-Mahfud untuk berdedikasi, mengabdi kepada bangsa dan negara.
Apalagi, saat ini Indonesia sedang menghadapi berbagai persoalan, seperti masalah pangan, investasi, global warming, dan masalah geopolitik lainnya.
Sehingga, memerlukan kerja sama dari semua pihak untuk mengatasi hal tersebut.
“Semua membutuhkan uluran gotong royong dari seluruh komponen bangsa. Itu lah energi yang akan diberikan,” ujar Hasto.
PDIP Disebut Masih Jengkel dengan Jokowi
Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin menilai PDIP masih jengkel kepada Jokowi, karena tidak mendukung Ganjar-Mahfud yang diusung PDIP.
Namun, Jokowi justru mendukung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.
Hal ini disampaikan Ujang saat merespons rencana pertemuan Megawati dengan Prabowo yang tak kunjung terlaksana.
Ujang mengatakan, pertemuan keduanya itu hanya perlu menunggu waktu yang tepat saja untuk dilakukan.
Tapi, dia menduga ada persoalan yang belum tuntas dan harus diselesaikan dulu.
“Misalkan persoalan yang belum tuntas yang belum clear itu ya mungkin ya mohon maaf, PDIP masih marah kepada Jokowi dan Jokowinya dukung Prabowo-Gibran, kan di situ,” kata Ujang kepada Tribunnews.com, Jumat (3/5/2024).
Atas dasar tersebut, Ujang menuturkan pertemuan Megawati dan Prabowo akan menunggu momentum yang tepat.
“Itu soal waktu saja dan kita tunggu saja kapan mereka bertemu. Karena keduanya kan sudah berkomunikasi untuk bertemu,” ucap Ujang.
Anies Nyatakan Tetap di Jalan Perubahan
Anies Baswedan juga turut merespons soal keputusan Ganjar yang memilih tidak bergabung ke pemerintahan Prabowo-Gibran.
Anies awalnya menyebut dirinya tidak mau mendahului soal bergabung atau tidak ke kabinet Prabowo-Gibran
“Tapi, bahwa saya ini bukan berada di parpol. Kalau Pak Ganjar kan ada di parpol, saya warga negara. Dan saya selalu mengatakan tetap jalan perubahan,” kata Anies di kediamannya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (7/5/2024).
Sebelumnya, Ganjar memastikan dirinya tak akan bergabung dalam Pemerintahan Prabowo-Gibran saat acara Halalbihalal Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud di Rumah Pemenangan, Jalan Teuku Umar Nomor 9, Jakarta, Senin (6/5/2024).
Namun, Ganjar mengatakan, meskipun tak bergabung, dirinya akan mengawal Pemerintahan Prabowo-Gibran dengan cara lain.
“Untuk mencintai republik ini, kita akan mengawal dengan cara lain dan saya tidak akan bergabung di pemerintahan ini,” kata Ganjar di Posko Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Senin.
https://www.tribunnews.com/nasional/2024/05/08/ganjar-pranowo-pilih-jadi-oposisi-pengamat-singgung-soal-posisi-jokowi